Kota Mungkid – OSIS SMA N 1 Kota Mungkid sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Organisasi (PPO) yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh organisasi serta sub-organisasi di sekolah. Acara ini berlangsung pada Jumat-Sabtu, 7-8 Februari, bertempat di Bumi Perkemahan Gedongan, Borobudur, Magelang.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Wahyu Langgeng Prastiyo, S.Pd ( Waka Humas SMA N 1 Kota Mungkid), Bapak Heri Susanto (anggota TNI-AD), dan Ibu Nisrina A Karimah dari Mitra Cendekia Muda yaitu sebuah Lembaga Peduli Remaja yang berada di Magelang.

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Wahyu Langgeng Prastiyo, S.Pd dengan tema “Dinamika Kelompok”. Beliau menekankan pentingnya kepercayaan dalam organisasi, keterbukaan antaranggota untuk mencegah konflik, serta fokus pada solusi daripada permasalahan.
“Pastikan dalam organisasi ada rasa kepercayaan, karena kepercayaan akan dibawa seumur hidup. Semakin terbuka anggota organisasi, maka semakin kecil kemungkinan terjadi perpecahan. Jangan terlalu fokus pada masalah, tetapi fokuslah mencari solusi dan evaluasi kesalahan dalam rapat evaluasi,” ujar Pak Langgeng.
Selain itu, Pak Langgeng juga mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka dan tidak melakukan terlalu banyak hal sekaligus. “Fokuslah pada satu hal, tidak perlu terlalu multitasking. Terapkan dalam hidupmu prinsip yang memberikan solusi yang menguntungkan semua pihak. Posisikan dirimu di tempat seseorang yang mengalami masalah, jangan langsung menyalahkan,” tambahnya.
Selanjutnya, Bapak Wahyu Langgeng Prastiyo, S.Pd juga membawakan materi “7 Tanda Circle Pertemanan yang Tepat”. Ia menjelaskan bahwa organisasi bukan hanya tempat untuk mengembangkan diri, tetapi juga lingkungan yang membentuk circle pertemanan yang baik.

“Ketika kalian masuk dalam suatu organisasi, kalian tidak hanya mengembangkan diri, tetapi juga membentuk circle pertemanan yang tepat. Teman yang baik akan merasa bangga dengan prestasimu, bukan malah menjatuhkanmu karena iri,” jelasnya.
Berikut tujuh tanda circle pertemanan yang tepat menurut Bapak Wahyu Langgeng Prastiyo, S.Pd:
- Selalu ada dalam suka maupun duka.
- Memberi ruang untuk introspeksi diri.
- Menerima diri apa adanya.
- Membuat merasa aman, nyaman, dan bahagia.
- Memberikan solusi tanpa menghakimi.
- Mendukung impian sehingga lebih percaya diri dalam menggapainya.
- Melibatkan diri dalam kegiatan positif yang bermanfaat.
Selain itu, OSIS SMA N 1 Kota Mungkid juga menghadirkan Bapak Heri Susanto seorang TNI-AD yang membawakan materi “Bela Negara”. “Menjaga negara adalah bentuk cinta kita terhadap tanah air. Setiap warga negara berhak ikut serta dalam pertahanan negara. Unsur pertahanan meliputi Brimob dan TNI sebagai komponen utama, POLRI sebagai komponen kedua, serta KopCad/TNI-KC dan MENWA (Resimen Mahasiswa) sebagai komponen cadangan, dan seluruh warga negara sebagai komponen pendukung,” ujar Bapak Heri Susanto.
Beliau juga menjelaskan ciri-ciri keterpelajaran, “Orang yang berpendidikan itu berbudi pekerti luhur, disiplin, dan haus akan ilmu. Kunci kesuksesan ada pada kedisiplinan dan konsistensi terhadap target hidup. Selain itu, orang yang berpendidikan tidak mudah puas dengan ilmu yang dimilikinya,” tegasnya.
Sebaliknya, ia menyoroti perilaku negatif yang tidak mencerminkan keterpelajaran. “Tawuran, narkoba, dan minuman keras adalah contoh perbuatan yang bertentangan dengan wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan itu adalah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang bertujuan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ingat pesan Bung Karno ‘Jas Merah’ — Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” tutupnya.
Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Nisrina dari Mitra Cendekia Muda, mengenai “Manajemen Organisasi”. Beliau menjelaskan bahwa organisasi merupakan kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi 12 kelompok untuk membahas dan mencari solusi atas suatu permasalahan.

“Melalui diskusi ini, peserta dapat mengenal lebih banyak orang, belajar berdiskusi untuk mencapai kesepakatan, serta melatih keterampilan kepemimpinan dan kerja sama tim. Ini juga membantu mereka mengelola perbedaan pendapat dengan cara yang lebih konstruktif,” jelas beliau.
Menurut Irsyad Hakim (XI A), peserta PPO perwakilan Rohis, pelatihan ini memberikan kesan luar biasa karena dapat berkolaborasi dengan berbagai organisasi, mempererat kebersamaan, serta mengembangkan keterampilan kedisiplinan dan manajerial sebagai seorang pemimpin.
“Saya mendapatkan pengalaman baru, terutama dalam pelatihan kedisiplinan dan manajerial sebagai seorang pemimpin. Selain itu, saya belajar banyak dari bapak/ibu guru dan orang-orang hebat yang bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Alviani Ayu A (XI A) mengaku merasa senang sekaligus sedikit sedih karena acara ini baru diselenggarakan saat dirinya kelas XI. “Saya merasa acara ini sangat berkesan, tetapi juga agak sedih karena baru diadakan saat kelas XI. Seandainya sejak kelas X, pasti manfaatnya lebih besar,” katanya.
Namun, ia sangat terkesan dengan materi dari Bapak Langgeng dan Bapak Heri Susanto, karena selain menambah wawasan, acara ini juga mempererat hubungan antarorganisasi.
Ketua panitia PPO, Innocentia Kenya Nirmala (XI D), menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam manajemen organisasi, kepemimpinan, serta kerja sama tim. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi, sehingga lebih siap menjalankan tugas dan menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi.
“Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan berpartisipasi dalam setiap sesi yang diberikan. Semangat yang mereka tunjukkan membuktikan bahwa mereka memiliki minat besar untuk belajar dan mengembangkan diri dalam bidang organisasi,” ujar Innocentia.
Sebagai ketua panitia, ia juga berharap acara ini dapat terus berkembang di masa mendatang. “Kami para panitia berharap kegiatan ini semakin baik ke depannya. Kami berencana memperluas cakupan kegiatan agar peserta bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman serta memperluas jaringan dalam dunia organisasi,” tambahnya.

Tanggapan guru pendamping PPO Bapak Maksum Fuadi, menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini sesuai dengan tema, yaitu mewujudkan sinergisitas antarorganisasi. “Acara ini bertujuan untuk membangun kolaborasi antarorganisasi dan sub-organisasi di sekolah, sehingga mereka dapat memahami visi dan misi terbaru SMA N 1 Kota Mungkid, yang berfokus pada tiga aspek utama: berkarakter, unggul, dan berbudaya,” jelasnya.
Namun, Pak Maksum sedikit menyayangkan keterlambatan beberapa organisasi dalam mengirimkan nama perwakilan menandakan kurangnya antusiasme peserta. “Sangat disayangkan ada beberapa organisasi yang terlambat menyetorkan nama perwakilannya. Padahal, kegiatan ini merupakan wadah yang positif bagi mereka untuk saling berkolaborasi,” ujarnya.
Pak Maksum juga berharap acara ini dapat dikembangkan lebih baik ke depannya. “Saya berharap ke depan acara ini bisa bekerja sama dengan pihak ketiga, misalnya Akmil. Saya berangan-angan agar nantinya kita bisa mengadakan pelatihan di sana, sehingga peserta bisa merasakan pengalaman lebih mendalam dalam pengelolaan organisasi,” harapnya.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada peserta, “Gunakan ilmu yang telah didapat dalam acara ini. Sekalipun hanya sedikit, pasti ada manfaatnya. Dengan begitu, organisasi di SMA N 1 Kota Mungkid bisa lebih terstruktur, terencana, dan selaras dengan tujuan sekolah serta RKJM sekolah.”
Tim liputan @jurnalistiksmansakokid:
Nadhifa Grayselda ( X A)
Eka Selly Nurul Sulistyo Waty (X F)









