Berita

Mengabdi Melalui Pramuka: Turun Gudep SMA N 1 Kota Mungkid Tanamkan Jiwa Kepemimpinan

Kota Mungkid – Sejak 31 Januari hingga 10 Mei 2025, siswa kelas X SMA N 1 Kota Mungkid melaksanakan program Turun Gudep, yaitu kegiatan mengajar Pramuka di sejumlah MI dan MTS sederajat di sekitar Kabupaten Magelang, termasuk MI Ma’arif Karanganyar, Borobudur. Program ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran langsung bagi siswa SMA dalam membagikan ilmu kepramukaan, serta melatih keberanian, public speaking, dan kepemimpinan melalui empat kali pertemuan setiap Sabtu.

 

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam kelompok dan disebar ke sekolah-sekolah berbeda, dengan jadwal yang menyesuaikan kesiapan masing-masing sekolah.

 

“Turun Gudep merupakan agenda tahunan. Kami para pembina hanya mendampingi dan mengarahkan agar kegiatan berjalan lancar,” ujar Hanif Rahma, S.Pd., pembina Pramuka SMAN 1 Kota Mungkid.

Keyza Wangi Ramadhani Dewi Saputri, siswa kelas X B yang menjadi salah satu pelaksana, menilai program ini sangat bermanfaat bagi pengembangan diri. “Saya berharap dari kegiatan ini, kemampuan public speaking dan problem solving saya meningkat, jadi bisa lebih percaya diri dan bermanfaat bagi lingkungan,” jelasnya. Ia menyebut kegiatan outbound bersama siswa MI sebagai momen paling berkesan karena antusiasme peserta yang tinggi, meskipun sempat terjadi miskomunikasi. “Dari situ kami belajar menyelesaikan masalah secara langsung.”

Fatimah, pembina MI Ma’arif Karanganyar, mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan Pramuka kepada siswa. “Tujuan utama ya supaya anak-anak tahu apa itu Pramuka,” ujarnya. Ia menambahkan, “Respon anak-anak sangat positif. Mereka senang, antusias, dan pasti mendapatkan ilmu.”

Zafran, salah satu siswa MI, juga menunjukkan antusiasmenya. “Senang, jadi tahu apa itu Pramuka,” ucapnya singkat.

 

Program Turun Gudep SMA N 1 Kota Mungkid bukan hanya memperkuat keterampilan kepramukaan, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, dan semangat berbagi sejak usia remaja. Harapannya, kegiatan ini terus berkembang di tahun-tahun berikutnya dan memberi dampak lebih luas. Sebab sejatinya, pendidikan terbaik tak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga lewat pengalaman nyata yang mengasah hati, pikiran, dan jiwa kepemimpinan.

 

Tim liputan @jurnalistiksmansakokid:

Amartya Wanindya Kaaffah (X D)

Syifa Zahidah (X B)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita