Berita

Atlet Voli Putra Kawedanan Tegalrejo Raih Perunggu Popda Magelang, Pembina Ungkap Strategi Bangkit dari Tekanan

Kota Mungkid – Prestasi membanggakan diraih siswa SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Shafi Mirza Mufida (XI E). Ia berhasil menyabet medali perunggu cabang voli putra mewakili tim Kawedanan Tegalrejo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Magelang di GOR Paku Bumi, Kamis (12/2/2026). Pencapaian ini diraih melalui seleksi antarsekolah yang ketat dan perjuangan yang maksimal di lapangan.

Shafi terpilih mewakili kontingen Kawedanan Tegalrejo setelah melewati proses seleksi yang cukup unik. Pembina tim, Pak Ikhsan Gunawan, S. Pd., menjelaskan bahwa tim voli ini merupakan gabungan atlet terbaik dari beberapa sekolah di wilayah Tegalrejo.

“Alhamdulillah, sekolah kita berhasil meloloskan satu atlet putra, yaitu Shafi Mirza. Sebenarnya ia juga mengikuti seleksi bulu tangkis, tetapi keberuntungan kali ini ada di cabang voli,” ujar Pak Ikhsan.

Perjalanan meraih medali tersebut tidaklah mudah. Tim harus menghadapi tekanan mental yang besar, terutama saat tertinggal di set pertama. Pak Ikhsan menekankan bahwa kunci kebangkitan timnya terletak pada ketenangan. “Anak-anak suka gugup di pertandingan pertama. Fokus, tenang, konsentrasi, kuasai diri sendiri, dan percaya diri. Jangan dengar suporter lawan. Kalau tenang, bisa kuasai permainan, insyaallah hasil ikut,” tambahnya.

Strategi tersebut terbukti ampuh. Meski sempat tertekan, tetapi tim mampu bangkit dan berjuang maksimal pada set kedua dan ketiga.

Di balik performa apik di lapangan, Shafi bersama tim harus berkorban waktu dengan menjalani latihan rutin selama dua minggu penuh. Tantangan terbesar justru datang dari sisi akademik karena jadwal latihan dan pertandingan sering berbenturan dengan jam sekolah serta Penilaian Harian (PH).

“Siswa sempat tertinggal materi pelajaran. Kami terus memantau perkembangan mereka melalui WhatsApp karena saya tidak bisa mendampingi secara langsung di lapangan akibat jadwal mengajar. Namun, saya tetap berkeliling memberikan dukungan di sela waktu yang ada,” imbuh Pak Ikhsan.

Meski berhasil membawa pulang medali, Shafi mengaku belum sepenuhnya puas. Ia merasa timnya memiliki potensi untuk mencapai posisi yang lebih tinggi. “Target pribadi saya adalah bermain maksimal dan mendapatkan medali emas, tapi kami hanya mendapat medali perunggu. Saya kecewa karena seharusnya juara satu dan kekalahan tak seharusnya terjadi. Untuk kedepannya, saya berharap bisa lebih baik lagi,” ungkap Shafi dengan tegas.

Meski target emas meleset, pencapaian ini membuktikan adanya progres nyata bagi tim. Prestasi tersebut kini menjadi modal berharga untuk ajang berikutnya, meski tetap memerlukan evaluasi pada manajemen waktu dan penguatan mental.

Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid

  1. Lifia Maulida Asyifa (X C)
  2. Adinda Aurel Ramadhani (X F)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita