Kota Mungkid – Ujian praktik (uprak) kolaborasi kelas XII SMAN 1 Kota Mungkid digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di GOR sekolah. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII ini merupakan gabungan dari tiga mata pelajaran, yaitu PKWU, Seni Musik, dan Informatika, yang dikemas dalam konsep pameran serta pertunjukan.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah, Ibu Dyah Ratnaningrum, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa ujian praktik merupakan salah satu syarat kelulusan. Beliau mengapresiasi konsep kolaborasi ini karena siswa bisa menampilkan karya teknologi, produk kewirausahaan, sekaligus kemampuan bermusik dalam satu rangkaian kegiatan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Fatchurohman, S.Pd., turut menjelaskan bahwa ujian praktik kolaborasi ini merupakan bagian dari rangkaian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Beliau juga memaparkan kriteria kelulusan lainnya, seperti penyelesaian seluruh program pembelajaran, pemenuhan persentase kehadiran, serta keikutsertaan dalam seluruh tahapan ujian sesuai ketentuan sekolah.

Senada dengan hal tersebut, dari sisi esensi pembelajaran, Guru PKWU, Ibu Eryan Dwi Susanti, S.Pd., menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memenuhi syarat kelulusan sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat siswa di bidang seni, kewirausahaan, dan teknologi. Menurutnya, pelaksanaan dalam bentuk pameran jauh lebih efektif. “Dalam empat jam, siswa sudah mendapatkan nilai dari tiga mata pelajaran. Melalui konsep pameran ini, mereka juga lebih serius dan produknya benar-benar diusahakan layak jual,” jelasnya.
Ibu Eryan juga menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan dilihat dari disiplin waktu, kelancaran penampilan seni musik, keberhasilan penjualan produk PKWU, serta fungsi alat informatika yang dipresentasikan siswa. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik, mulai dari kreativitas, teknik produksi, hingga pelayanan kepada pengunjung.

Dari sisi peserta, Essensiana Tsaqifeisha, siswi kelas XII-E, mengaku proses persiapan cukup menantang, terutama saat membuat produk kerajinan, merancang karya Arduino, dan latihan musik. Namun, ia merasa lega saat hari pelaksanaan tiba. “Rasanya puas bisa menampilkan hasil kerja kami. Apalagi di tempat besar seperti ini, jadi lebih termotivasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kirana Desti Wulansari dari kelas X-F sebagai pengunjung, menilai kegiatan ini sangat menarik dan menginspirasi. Menurutnya, perpaduan pameran dan pertunjukan seni ini mampu memupuk rasa percaya diri siswa serta menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap karya rekan sejawat.
Akhirnya, melalui ujian praktik kolaborasi ini, siswa kelas XII tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga berhasil menunjukkan bahwa kreativitas tanpa batas dapat tercipta saat seni, teknologi, dan kewirausahaan bersinergi di hadapan warga sekolah.
Tim Liputan: @jurnalistiksmansakokid
Shafa Nabila Nur Rahmah (XI-A)
Adinda Aurel Ramadhani (X-F)









