Berita

Mentoring dan Evaluasi Program Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran oleh BBMP di SMA N 1 Kota Mungkid

Kota Mungkid– Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) melakukan kegiatan mentoring dan evaluasi program pemulihan dan transformasi pembelajaran yang dilakukan pada Jumat (15/11/2024). BBPMP melaksanakan kegiatan ini selama 1 (satu) hari dengan rentang waktu tanggal 29 Oktober 2024 s.d. 9 November 2024, yang bertempat di Dinas Pendidikan atau Mitra Pegiat Literasi dan satuan Pendidikan.

Kegiatan ini bermaksud untuk memastikan pemulihan pembelajaran pasca pandemi, karena selama pandemi pembelajaran terganggu. Guru tidak bisa secara langsung melakukan tatap muka pembelajaran dengan siswa, jadi menggunakan media digital berupa zoom meeting, google meet yang pastinya tidak efektif. Bisa saja, siswa mengalami kesulitan seperti suasana ruangan di rumah yang tidak mendukung, alat dan koneksi tidak terlalu bagus yang memunculkan ketidakefektifan pembelajaran tersebut. Itu diibaratkan lose learning. 

Pemerintah bertekad untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran tersebut dengan meningkatkan literasi dan numerasi. Karena, diukur dari peringkat PISA tentang literasi dan numerasi, Indonesia sendiri tertinggal dan termasuk ranking paling bawah. Setelah pemerintah meningkatkan literasi dan numerasi, akhirnya bisa meningkatkan peringkat PISA Indonesia. Jadi, pada intinya proses pemulihan pembelajaran itu benar-benar dilakukan di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Dengan adanya mentoring dan evaluasi ini sekolah akan lebih berkembang karena petugas supervisi memberikan kisi-kisi bagaimana cara pembelajaran yang baik di kelas dari awal pembukaan mengajar, kemudian proses pembelajaran, sampai penutupnya. Juga bagaimana cara menarik minat siswa untuk bisa menjawab pertanyaan, memberi umpan balik, berpendapat, bertanya, itu contohnya untuk memancing siswa agar berpikir kritis dan berani mengemukakan pendapat.

Ibu Feni Handayani selaku tim BBPMP memberi kesan dan pesan untuk SMA N 1 Kota Mungkid, “Kesannya peningkatan literasi numberasi yang sudah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Mungkid sudah baik sekali, dimulai dari sarana prasarananya baik di perpustakaan dan di masing-masing kelas yang terdapat pojok baca, juga pojok-pojok baca di ruangan terbuka. Pesannya, jangan berhenti sampai di sini dan teruslah berkarya sampai mendapatkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan negara.”

Ibu Hanif Rahma, S.Pd. sebagai tim perpustakaan pun juga memberi tanggapan tentang harapan kedepannya untuk SMA N 1 Kota Mungkid setelah mendapatkan monitoring dan evaluasi. “Harapan dari saya untuk pelaksanaan pembelajaran diharapkan bisa memaksimalkan kaitannya dengan literasi dan numerasi. Jadi, siswa-siswi di sekolah kita literasi dan numerasinya semakin meningkat. Nah itu nanti juga bisa berdampak pada raport untuk pendidikan.”

Kegiatan mentoring dan evaluasi ini dilakukan di dua tempat, yaitu kelas XII B sebagai juara 1 lomba pojok baca Bahasa Fest dan juga di perpustakaan. Mentoring oleh Ibu Feni Handayani pada ibu Hanif Rahma  juga dilakukan di kelas XII B untuk menilai tentang pemulihan pembelajaran pasca pandemi di SMA N 1 Kota Mungkid.

“Yang pasti yang paling utama adalah memikirkan design, tema, dan kebutuhan properti apa saja yang diperlukan. Selanjutnya kami pun tetap memperhatikan juknis atau kriteria dari penilaian seperti jumlah koleksi buku, konten yang  menarik, buku sirkulasi, buku bacaan digital, dan lain-lain. Kami juga mengusung tema pojok baca bertemakan adiwiyata, yang juga mendukung program sekolah tentunya. Dan tidak lupa selalu memperhatikan kebersihan dan kerapian pada pojok baca kami,” ucap Rivela Silma Shahida Baehaqie (XII B) saat menjelaskan upaya mereka sehingga berhasil mendapat juara 1 dalam lomba pojok baca bahasa fest.

 

Tim liputan @jurnalistiksmansakokid:

Natalia Dini D (X E) 

Nur Aeni (XI G)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita