Kota Mungkid – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kartini tahun 2025, OSIS SMA N 1 Kota Mungkid menyelenggarakan berbagai lomba untuk siswa kelas X dan XI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 2 Mei 2025 di lingkungan GOR sekolah dengan mengusung semangat “Langkah Katini Merajut Pendidikan Untuk Masa Depan.”
Lomba yang diadakan meliputi lomba debat dengan tema “Kesetaraan Gender di Sekolah”, lomba musikalisasi puisi dengan memilih satu dari tema “Hari Pendidikan Nasional/Hari Kartini”, serta vlog competition dengan tema “7 Kebiasaan Baik Pelajar pada Masa Kini”. Ketiga lomba tersebut bertujuan untuk memicu daya pikir kritis dan kemampuan berbicara dengan logis, serta menampilkan ide-ide kreatif dan pesan edukatif yang luar biasa.
Menurut Bapak Maksum Fuadi, S.Pd, selaku pembina OSIS SMA N 1 Kota Mungkid tujuan utama dari penggabungan perayaan hari kartini dan hari pendidikan nasional yaitu, “Tujuanya adalah untuk menstimulus para pengurus OSIS dan para siswa untuk lebih kreatif dan inovatif untuk mengkomunikasikan dua perayaan hari penting di negara Indonesia dalam satu event, sehingga diharapkan anak-anak bisa lebih kreatif dan inovatif untuk memperingati hari-hari penting di negara kita,” ujar beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa terutama untuk para pemuda yang nantinya akan menjadi agen perubahan di negeri ini, agar mereka memiliki karakter yang integritas tinggi, memiliki kolaborasi yang baik, sehingga bisa menuju Indonesia Emas 2045.
Bapak Maksum berharap setelah mengikuti kegiatan ini para siswa di SMAN 1 Kota Mungkid bisa memahami karakter yang bagus untuk diri mereka, sehingga mereka bisa menjadi outcame di SMAN 1 Kota Mungkid dan berguna dikalangan masyarakat juga negeri.
Tentunya semua siswa dan warga sekolah sangat antusias dalam mengikuti serangkaian kegiatan Hardiknas × Kartini, terutama yang paling ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang lomba.

Aula Aulia dari kelas XI G sebagai perwakilan tim juara 1 lomba vlog. Ia menyampaikan bahwa dibalik keikutsertaan timnya dalam lomba ternyata terdapat inspirasi yaitu dari beberapa anggota di timnya suka berbicara, maka dari itu kami memanfaatkan hal tersebut untuk mengikuti perwakilan lomba vlog.
Namun yang tak kalah penting yaitu adanya persiapan, “Persiapan yang paling penting menurut kami adalah kekompakan dan pemahaman tentang tema yang diusung. Kekompakan kami memberikan kemudahan pada saat take vidio, sementara pemahaman terkait 7 kebiasaan anak sehat Indonesia itu yang membuat kami memiliki ide-ide dan diimplementasikan ke dalam vlog,” jelasnya.
Kami satu tim juga ingin menyampaikan beberapa pesan dari vlog yang kami buat. Pesan dari kami yaitu semoga anak-anak Indonesia sadar dan mulai memahami ketujuh kebiasaan anak Indonesia. Terutama kita sebagai generasi emas sudah sepatutnya memiliki kebiasaan tersebut.
Hal terakhir yang akan kami sampaikan yaitu tersisipnya harapan terkait Hardiknas dan Hari Kartini, kami berharap semoga pendidikan Indonesia semakin maju dan berkualitas siswa, guru, dan sarana prasarananya. Serta semakin banyak perempuan Indonesia yang bersinar sehingga bisa menghapus kesenjangan gender yang masih ada.
Andini Muthmainah Isromi dari kelas XI A sebagai perwakilan juara satu tim debat menyampaikan bahwa inspirasi timnya yaitu kami tetap siap sedia walaupun ditunjuk mendadak menjadi tim debat, tentunya kami juga bergegas untuk menyiapkan materi yang matang.
Ia juga menyampaikan persiapan yang paling penting dalam mengikuti lomba yaitu, “Materinya harus matang, harus latihan berbicara, memiliki keberanian dalam berbicara, serta berbicara dengan tegas,” ungkapnya.

Tak lupa tentunya kami tim debat kelas XI A ingin menyampaikan kepada seluruh siswa dalam event Hardiknas × Kartini yaitu selama kita mau kita bisa.
Raffikha Mahabbah dari kelas XI E sebagai perwakilan tim juara 1 musikalisasi puisi menyampaikan bahwa inspirasinya dibalik keikutsertaannya dalam lomba karena ia dan teman-teman satu timnya (dari kelas yang berbeda) sudah cukup akrab, mereka juga memiliki potensi dalam bermain musik sehingga memudahkan mereka untuk ikut serta dalam lomba musikalisasi puisi.
Menurutnya kunci yang paling penting dalam mengikuti lomba ini adalah salah satu dari tim mereka harus ada yang bisa bermain alat musik, “Seperti misalnya di dalam anggota kami ada ada 4 anak yang memang sudah bisa memainkan alat musik seperti gitar, keyboard atau piano, kemudian lain-lain. Sebenarnya kita juga harus bisa mengasah otak kita dan pikiran kita untuk dapat mengembangkan kekreatifan kita untuk bisa menciptakan sebuah lagu dari puisi itu,” jelasnya.
Ia berpesan, “Tetap semangat untuk belajar dan terus berusaha untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita sendiri,” pesannya.
Salah satu peserta yang antusias adalah Syaffa Afifatul Isriya dari kelas XF, ia mengungkapkan bahwa acara ini adalah ide yang sangat bagus, sangat positif dan inspirasi. Menurutnya acara ini dapat mendorong siswa lebih aktif, kreatif, juga memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya pendidikan dan kesetaraan gender. “Acara seperti ini sangat penting bagi siswa zaman sekarang karena dapat membantu siswa memahami nilai pendidikan dan kesetaraan gender. Selain itu, ini juga melatih karakter, empati, dan berpikir kritis yang dibutuhkan di era sekarang ini,” ujar Syaffa.
Syaffa juga terkesan dengan lomba debat di acara ini karena menurutnya dengan lomba debat ini siswa bisa menunjukkan keberanian berpendapat, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman mendalam siswa tentang isu penting di masyarakat. Selain itu, debat ini melatih toleransi terhadap perbedaan pandangan.
Tim liputan @jurnalistiksmansakokid:
Deska Natasya Amalia Azzahra (X-F)
Eka Selly Nurul Sulistyo Waty (X-F)









