Berita

Literasi Religi Perkuat Karakter Siswa SMAN 1 Kota Mungkid pada Bulan Ramadan

KOTA MUNGKID — Literasi religi pada bulan Ramadan di SMA Negeri 1 Kota Mungkid telah berhasil dilaksanakan sejak Senin (23/2) hingga Jumat (13/3) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan spiritual siswa. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi hari dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Para siswa mengikuti serangkaian agenda secara berurutan, mulai dari berdoa, berzikir, serta menyimak kultum pagi secara serentak.

Ibu Farida Rifqi A., S.Pd.I, selaku guru pendamping kegiatan tersebut, menyatakan bahwa pembina telah memastikan kegiatan berjalan lancar melalui perencanaan dan eksekusi yang matang, tentunya dengan bantuan pihak Rohis. Beliau berpesan agar literasi religi bagi siswa Muslim maupun Nasrani tetap berjalan secara konsisten seperti literasi sebelumnya.

 

Sementara itu, Muhammad Ishlahuddin (XI B) selaku koordinator kegiatan literasi religi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait pengetahuan agama, serta melatih kebiasaan positif seperti membaca Asmaul Husna dan Al Ma’tsurat. Kegiatan ini dianggap penting karena masa SMA merupakan masa pencarian jati diri sehingga dapat membantu membedakan hal-hal yang hak dan batil. Tantangan dalam pelaksanaannya adalah kurangnya fokus siswa karena terdistraksi oleh ponsel masing-masing. Oleh karena itu, pihak sekolah terus berupaya meminimalkan kendala tersebut agar siswa dapat lebih fokus dalam menerapkan kebiasaan positif serta meningkatkan wawasan keagamaan.

Lalu dari pihak siswa, Melodia Larasati Hayuningtyas (X G) mengungkapkan manfaat yang ia peroleh selama mengikuti agenda tersebut. Ia mengaku kini lebih memahami makna ibadah yang bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan memiliki hikmah tersendiri. Ia juga berpendapat bahwa dengan adanya literasi religi ini, para siswa dapat memperluas wawasan spiritual yang akan berdampak positif secara berkepanjangan.

Secara keseluruhan, literasi religi ini menjadi langkah nyata sekolah untuk memperkuat karakter, ketakwaan, serta kesadaran akan pentingnya spiritualitas. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang dapat dilakukan oleh siswa secara konsisten. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Tim liputan @jurnalistiksmansakokid
Syifa Zahidah (XI B)
Yusliva Azqila Khusna (X G)

What is your reaction?

Excited
1
Happy
1
In Love
1
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita