Berita

Meraih Peringkat Paralel: Kisah Inspiratif Siswi Berprestasi SMA Negeri 1 Kota Mungkid

Kota Mungkid – Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Mungkid tahun ajaran 2025/2026 sukses meraih prestasi akademik melalui hasil nilai rapor yang diumumkan pada Senin (27/7/2026). Pengumuman hasil prestasi akademik tersebut diselenggarakan setelah upacara bendera selesai, dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 91 untuk kelas XI dan 89 untuk kelas X.

Pengumuman resmi tersebut disampaikan oleh Bapak Maksum Fuadi, S. Pd., kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bukti prestasi yang dipimpin oleh Bapak Fatchurohman, S. Pd. Peraih nilai tertinggi untuk kelas XI yaitu Cahya Berlian Pandu Aryanti, sedangkan peraih nilai tertinggi untuk kelas X yaitu Khalisah Nur Amalia.

Cahya kembali berhasil meraih peringkat paralel pertama. Pencapaian tersebut cukup mengejutkan baginya karena ia tidak berekspektasi dapat kembali menduduki peringkat pertama. Meski demikian, Cahya merasa sangat bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Dalam mencapai prestasi tersebut, Cahya mengaku tidak secara khusus mengejar peringkat. Ia hanya berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam proses pembelajaran. Menurutnya, usaha yang maksimal menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar mengejar peringkat.

Dalam mengatur waktu belajar, Cahya biasanya menyelesaikan tugas pada malam hari. Sementara itu, ia memilih waktu subuh untuk mempelajari materi karena menurutnya, waktu tersebut membuatnya dapat belajar dengan lebih fokus. Cahya juga membagikan teknik belajarnya. Ia menuturkan, “Metode pembelajaran yang saya gunakan yaitu teknik Pomodoro, biasanya 30 menit belajar dan 10 menit istirahat. Diulang beberapa kali agar mendapatkan hasil yang maksimal.”

Sementara itu, Khalisah berhasil meraih peringkat paralel dan menjadikan pencapaian tersebut sebagai salah satu kebanggaan dalam proses belajarnya. Di balik prestasi tersebut, ia mengaku masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah menjaga konsistensi dalam belajar. Menurut Khalisah, konsistensi merupakan kunci penting untuk mencapai keberhasilan. Ia menyadari bahwa dirinya masih terus belajar untuk menjadi lebih konsisten. “Bismillah, step by step bisa!” ungkapnya.

Motivasi terbesar Khalisah adalah membuktikan kepada diri sendiri dan orang tuanya bahwa ia mampu meraih prestasi. Kebahagiaan orang tua ketika mengetahui hasil belajarnya juga menjadi salah satu penyemangat baginya untuk terus berkembang. Untuk menjaga fokus ketika merasa lelah atau bosan, Khalisah biasanya menanamkan pada dirinya mindset, “Ayo sedikit lagi, nanti juga selesai.” Jika sudah merasa sangat suntuk, ia memilih beristirahat sejenak agar pikirannya tidak terlalu terbebani.

Khalisah juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak takut menjalani proses. “Keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui tahapan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar tidak memaksakan diri ketika lelah, serta menyarankan untuk mencari teknik belajar yang sesuai dengan diri masing-masing. “Kalau nggak paham, jangan malu untuk bertanya. Malu bertanya, sesat di jalan!” pesannya.

Tim Liputan: @jurnalistiksmansakokid
Ramdan Salman Habibi (X-B)
Putri Zahra Ramadhani (X-B)

 

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita