Berita

LDKR SMA Negeri 1 Kota Mungkid Bentuk Akhlak dan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda

Kota Mungkid – SMA Negeri 1 Kota Mungkid menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Rohis (LDKR) pada Jumat (4/9/2026) di Ruang Pertemuan sekolah. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 17.00 WIB tersebut bertujuan membekali anggota Rohis periode 2026/2027 dengan kemampuan kepemimpinan, karakter, integritas, dan akhlak mulia.

Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Pemimpin Berkarakter, Berintegritas, dan Berakhlakul Karimah” itu diikuti peserta didik kelas X dan XI, sementara siswa kelas XII bertugas sebagai panitia. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan dan pengembangan karakter dari sejumlah narasumber.

Kepala SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Ibu Dyah Ratnaningrum, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu narasumber pada awal kegiatan. Ia menyampaikan materi mengenai jiwa kepemimpinan yang perlu dimiliki setiap peserta. Ia berharap anggota Rohis memiliki keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan serta mampu menyampaikan ide dan gagasan secara percaya diri dalam organisasi.

Selain itu, Ketua Yayasan Mitra Cendekia Muda, Bapak Abdullah Joko Triono, memberikan pemahaman mengenai makna kepemimpinan. Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus menyadari bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang diberikan kepadanya, bukan sesuatu yang dapat dianggap sebagai milik pribadi. “Kepemimpinan itu bukan hanya sekadar kepemilikan, tetapi titipan,” ujar beliau.

Menurut beliau, pemimpin yang ideal di lingkungan sekolah harus mampu menjadi teladan di mana pun berada. Seorang pemimpin juga perlu memiliki kemampuan untuk mendengarkan sebelum menyampaikan pendapat serta menyelesaikan permasalahan dengan bijak tanpa mengutamakan ego pribadi. “Pemimpin ideal adalah mereka yang suka mendengarkan daripada menyampaikan,” jelas beliau.

Bapak Abdullah juga mengingatkan anggota Rohis untuk meneladani sifat Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Menurut beliau, anggota Rohis harus mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, baik di dalam organisasi maupun di lingkungan sekitarnya.

Narasumber lainnya, Bapak Zufar Auliya Hanif, menilai peserta LDKR menunjukkan antusiasme dan keberanian selama mengikuti kegiatan. Ia mengatakan bahwa para peserta mampu memberikan jawaban yang sesuai serta menunjukkan kepercayaan diri ketika menyampaikan pendapat.

Bapak Zufar juga berpesan agar materi kepemimpinan yang telah diperoleh tidak hanya dipahami atau diingat, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, anggota Rohis perlu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan melalui sikap sopan kepada guru, peduli terhadap teman, serta mampu bekerja sama dalam berbagai situasi.

Menurut Bapak Zufar, salah satu tantangan yang dihadapi pelajar muslim dalam berorganisasi di era digital adalah menjaga istiqamah atau konsistensi. Semangat berorganisasi terkadang tinggi pada awal kegiatan, tetapi dapat menurun seiring berjalannya waktu. Selain itu, banyaknya konten negatif di media digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar.

Dari sisi peserta, Raden Muhammad Brilian Mulia Diyatjati Utomo, siswa kelas X-A, mengungkapkan bahwa LDKR mendorong dirinya untuk meningkatkan kemampuan mengatur waktu dan berkomunikasi. Menurutnya, banyaknya kegiatan organisasi membutuhkan manajemen waktu agar tetap seimbang dengan kewajiban sebagai pelajar.

Brilian juga berharap Rohis dapat menjadi organisasi yang terbuka dan nyaman bagi seluruh siswa. Ia ingin menjadi salah satu penghubung untuk mengajak teman-teman yang belum bergabung agar tidak merasa canggung mengikuti kegiatan Rohis.

Sementara itu, ketua panitia LDKR, Rona Fitria Salsabila, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan menjadi pengalaman bagi panitia untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antardivisi. Koordinasi dilakukan secara langsung melalui pertemuan dan komunikasi bersama agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan kegiatan berjalan lancar.

Rona mengaku senang melihat antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, semangat para peserta turut membuat panitia semakin bersemangat dalam menjalankan kegiatan.

Rona berharap Rohis SMA Negeri 1 Kota Mungkid dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih maju dengan program kerja yang semakin beragam dan dapat terlaksana dengan baik. “Semoga Rohis menjadi organisasi yang lebih maju. Semoga program kerjanya semakin beragam dan seluruhnya dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Pembina Rohis SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Bapak Imam Satria, S.Pd.I., menekankan pentingnya kemampuan anggota Rohis dalam membagi waktu antara kegiatan organisasi dan akademik. Menurut beliau, setiap siswa yang aktif berorganisasi tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai pelajar. “Yang penting adalah manajemen waktunya harus bisa seimbang. Belajarnya tetap lancar, tugas-tugas sekolah juga harus diselesaikan dengan baik, kemudian kegiatan di Rohis juga harus tetap berjalan,” jelas beliau.

Selain manajemen waktu, Imam menekankan pentingnya pembentukan akhlak bagi anggota Rohis. Ia berharap anggota Rohis mampu memberikan contoh positif kepada teman-temannya sehingga dapat menjadi teladan dan panutan di lingkungan sekolah. “Diharapkan anggota-anggota Rohis ini bisa mencerminkan akhlak yang baik, memberi contoh, menjadi teladan, dan bisa dijadikan panutan,” ungkap beliau.

Melalui LDKR, anggota Rohis diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berintegritas, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia, baik dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan di lingkungan sekolah.

Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid
Daffa Akhsan Nasrulloh (XI-A)
Dian Widya Prastischa (X-A)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita