Berita

Wujudkan Sekolah Sehat, SMAN 1 Kota Mungkid Gelar Sosialisasi Antirokok Bersama MTCC UNIMMA

KOTA MUNGKID — SMAN 1 Kota Mungkid bekerja sama dengan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menyelenggarakan kegiatan penelitian sekaligus sosialisasi antirokok pada Senin (24/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan sekolah sehat. Agenda yang diikuti oleh jajaran guru serta puluhan siswa ini dilaksanakan di lingkungan sekolah untuk mengedukasi generasi muda mengenai bahaya paparan asap rokok dan iklan rokok di sekitar kawasan pendidikan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Bapak Wahyu Langgeng Prastiyo, S.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini berawal dari permohonan pendataan untuk penelitian yang diajukan oleh lembaga terkait. “Karena mereka meminta pendataan pengambilan data penelitian, maka sekolah meminta sekaligus untuk mengadakan edukasi. Dan ini sebagai salah satu penerapan branding sekolah, yaitu sekolah sehat,” ungkap Pak Langgeng. Beliau menilai langkah kolaboratif ini efektif dalam membangun kesadaran kolektif warga sekolah.

Mengenai aturan merokok di lingkungan pendidikan, Pak Langgeng menegaskan bahwa seluruh lingkungan sekolah merupakan area bebas rokok. “Area bebas rokok di lingkungan sekolah di semua lini ya, karena tidak ada tempat khusus untuk merokok. Peraturan jelas dengan adanya aturan bahwa lembaga pendidikan harus bebas dari asap rokok,” tegas Pak Langgeng. Beliau menambahkan bahwa sosialisasi aturan tersebut terus disampaikan secara berkelanjutan melalui tata tertib, kesepakatan kelas, hingga peran aktif kesiswaan dan Bimbingan Konseling (BK).

Dalam kesempatan yang sama, pemateri kegiatan, Prof. Dr. Heni Setyowati Esti Rahayu, S.Kp., M.Kes., menyoroti faktor lingkungan dan paparan media yang kerap memicu remaja mulai mencoba rokok. “Fase perkembangan remaja itu sebenarnya fase sedang mencari identitas diri. Ketika dia berteman dengan orang yang merokok, maka lambat laun dia akan terpengaruh untuk merokok,” jelas Prof. Heni.

Lebih lanjut, Prof. Heni mengingatkan pentingnya menjaga fokus belajar para siswa agar mampu meraih masa depan yang cemerlang. “Berbahayanya itu kalau masih siswa mengganggu konsentrasi belajarnya. Dari penelitian, prestasi belajar anak yang merokok dengan yang bukan perokok lebih bagus anak yang bukan perokok,” ujar Prof. Heni. Beliau turut mendorong pemanfaatan fasilitas kesehatan seperti Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Puskesmas bagi warga yang ingin berhenti merokok.

Antusiasme juga dirasakan oleh para siswa yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Muhamad Hanif Fakhri, salah satu peserta didik kelas XI B, membagikan langkah konkret yang akan dilakukannya saat berhadapan dengan ajakan merokok di sekolah. “Kalau ada teman yang mengajak, saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan bahwa merokok itu punya banyak dampak buruk bagi kesehatan. Kalau ada yang merokok di lingkungan sekolah, saya akan mengingatkannya dengan cara yang baik,” tutur Hanif.

Acara diakhiri dengan komitmen bersama seluruh pihak dalam menjaga area belajar tetap kondusif dan terbebas dari asap rokok. Hanif menyampaikan pandangannya terkait komitmen bersama yang disepakati tersebut. “Menurut saya, deklarasi ini bagus karena menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari rokok,” pungkas Hanif.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita