Berita

Jejak Pengabdian Berakhir, Mahasiswa MKT Universitas Tidar Resmi Ditarik

Kota Mungkid — Masa pengabdian mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar di SMA Negeri 1 Kota Mungkid resmi berakhir pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan penarikan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan SMA Negeri 1 Kota Mungkid tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian MKT sekaligus kembalinya para mahasiswa ke Universitas Tidar untuk melanjutkan studi.

Program terpadu yang memadukan PPL dan KKN selama tiga bulan ini dirancang untuk mengasah kesiapan mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Momen penarikan berlangsung hangat melalui serangkaian prosesi, mulai dari laporan hasil kerja, penyerahan kenang-kenangan, hingga pengembalian mahasiswa secara resmi oleh pihak kampus. Acara ini menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian sekaligus penutup rangkaian kerja sama kedua lembaga.

Dari pihak akademisi, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Dita Aldila Krisma, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus memimpin proses penarikan mahasiswa secara resmi. Beliau menjelaskan bahwa penarikan ini dilakukan agar para mahasiswa dapat segera kembali ke kampus untuk melanjutkan agenda akademik, khususnya kegiatan di program studi serta penyelesaian tugas akhir atau skripsi.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Dita menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan, ilmu, dan kesempatan yang telah diberikan pihak sekolah kepada para mahasiswa. Mewakili institusi, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan maupun kesalahan, baik dalam proses komunikasi maupun pelaksanaan kegiatan selama program berlangsung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Kota Mungkid, Ibu Dyah Ratnaningrum, S.Pd., M.Pd., yang memberikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa selama kurang lebih tiga bulan menjalani masa magang. Beliau menyampaikan bahwa program ini memberikan pembelajaran serta pengalaman lapangan yang sangat berharga, yang tidak dapat diperoleh mahasiswa tanpa terjun langsung ke lingkungan sekolah.

Lebih dari sekadar menjalankan tugas akademis, kehadiran mahasiswa MKT Untidar dinilai membawa manfaat nyata serta memberikan semangat baru kepada para peserta didik. Ibu Dyah juga menyoroti dedikasi dan kontribusi para mahasiswa, tidak hanya dalam proses belajar-mengajar di kelas, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sekolah.

Acara penarikan mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (Untidar) di SMAN 1 Kota Mungkid menjadi momen berkesan bagi para mahasiswa untuk merefleksikan pengalaman selama menjalani praktik di sekolah. Janatin Alfafa, mahasiswa Pendidikan Matematika yang juga menjabat sebagai Ketua MKT SMAN 1 Kota Mungkid, mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan bekal penting, mulai dari pemecahan masalah, manajemen acara, tata kelola perpustakaan, hingga pentingnya komunikasi terarah.

Merasa lega setelah menyelesaikan tugasnya, Janatin mengaku mendapat pelajaran berharga tentang sudut pandang seorang pendidik saat menghadapi dinamika dan karakter peserta didik. Pengalaman tersebut makin unik ketika ia menjumpai murid dengan kepribadian yang mirip dengan dirinya sendiri. “Ternyata kita bakal menemukan sisi kita di murid, jadi tahu rasanya dosen atau guru menghadapi siswa dengan sifat seperti saya, dan itu melatih kita mencari solusi yang paling efektif,” tuturnya.

“Adik-adik mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar Magelang memberikan kontribusi yang sangat luar biasa, tidak hanya dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah, tetapi juga terlibat aktif dalam tujuh program branding sekolah,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Ibu Dyah Ratnaningrum, S.Pd., M.Pd. Beliau berharap pengalaman serta pembelajaran yang didapatkan selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk segera menyelesaikan studi S1 dan siap terjun ke masyarakat.

Sebagai bahan evaluasi, Ibu Dyah menyarankan agar pelaksanaan magang kependidikan dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke depannya dikaji kembali agar tidak dilaksanakan secara bersamaan. Menurutnya, pemisahan kedua program tersebut sangat penting untuk menjaga fokus mahasiswa, sehingga pelaksanaan praktik mengajar maupun pengabdian masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bapak Wahyu Langgeng Prasetyo, S.Pd., memuji kedisiplinan dan kontribusi mahasiswa yang mampu mengolaborasikan program PPL dan KKN secara efektif. Selain mengajar, para mahasiswa dinilai sukses menjadi penggerak berbagai kegiatan branding sekolah, terutama dalam mengusung kampanye Adiwiyata dan Cerdas Pangan.

Meski begitu, Bapak Langgeng menyampaikan beberapa catatan evaluasi agar pelaksanaan MKT ke depan berjalan lebih optimal. Ia menyoroti pentingnya pemerataan kuota mahasiswa di setiap program studi agar alokasi tugas lebih proporsional. Di samping itu, peningkatan komunikasi antara pihak pengelola Untidar dan sekolah juga menjadi hal penting untuk memastikan penjadwalan program dapat direncanakan dengan lebih rapi dan terstruktur.

Acara penarikan ini menutup rangkaian perjalanan MKT Untidar di SMAN 1 Kota Mungkid dengan kesan mendalam. Meski terdapat beberapa catatan untuk pembenahan pada periode mendatang, kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik sebagai pengalaman bagi mahasiswa maupun sebagai kontribusi bagi kegiatan sekolah.

Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid
– Rachma Alfitra Dewi (XI-B)
– Isnaini Julian Andini (X-C)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita