Kota Mungkid — Tim hadroh SMA N 1 Kota Mungkid berhasil melaju ke tingkat provinsi setelah torehkan juara 1 tingkat kabupaten pada ajang lomba MAPSI. Lomba hadroh yang diikuti oleh berbagai SMA maupun SMK tersebut diselenggarakan pada Rabu (2/9/2026) di SMA Muhammadiyah Borobudur. Pencapaian tersebut mengantarkan tim hadroh SMA Negeri 1 Kota Mungkid melaju ke tingkat provinsi. Lomba yang diikuti oleh berbagai SMA dan SMK tersebut diselenggarakan dalam rangkaian ajang MAPSI setelah melalui proses latihan yang panjang. Tim yang terdiri atas 13 anggota tersebut segera mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan setelah pengumuman resmi pelaksanaan MAPSI oleh MGMP PAI SMA Kabupaten Magelang.
Ibu Islahul Mawaddah, S.Pd., selaku pembina tim hadroh SMA Negeri 1 Kota Mungkid, mengungkapkan rasa bangga dan haru melihat para siswa berdiri di panggung kehormatan dan mengangkat piala Juara 1 MAPSI Tingkat Kabupaten Magelang 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang piala atau predikat juara, tetapi juga menjadi bukti proses perjuangan para siswa yang awalnya berlatih dengan penuh keringat dan sedikit keraguan hingga akhirnya mampu tampil memukau, percaya diri, dan mempersembahkan hasil terbaik untuk sekolah.

Di balik pencapaian yang membanggakan tersebut, terdapat perjuangan panjang yang dilalui tim hadroh. Tim hadroh menjalani latihan secara bertahap dan disiplin, mulai dari pemantapan ritme tabuhan rebana, penyelarasan vokal dan nada, hingga penjiwaan syair-syair Islami agar pesan yang disampaikan dapat sampai kepada pendengar.
Latihan yang dijalani tim hadroh juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal manajemen waktu dan konsistensi. Mereka harus pandai membagi waktu antara kewajiban belajar di kelas dengan jadwal latihan yang semakin padat menjelang hari perlombaan. Namun, berkat kerja sama yang baik antara pembina, pelatih, dan semangat juang para siswa, berbagai tantangan tersebut berhasil dilewati bersama.
Ibu Islah menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi titik awal untuk bisa melangkah lebih jauh. “Harapan terbesar saya, pencapaian di tingkat kabupaten ini bukanlah garis finis, melainkan titik awal yang membakar semangat mereka untuk melangkah lebih jauh. Semoga tim hadroh SMANSA KOKID bisa terus istiqamah dalam berkarya dan semakin solid. Saya ingin eksistensi hadroh di sekolah ini menjadi tradisi positif yang terus melahirkan generasi muda yang mencintai seni Islam, berakhlak mulia, serta siap membawa nama baik sekolah ke ajang yang lebih tinggi lagi,” tutur Ibu Islah.

Dari sisi anggota tim hadroh, Salsabila Raiqa Qurotu’ain (XI-A), motivasi mengikuti lomba hadroh salah satunya adalah untuk mengasah kemampuan bernyanyi. Ia menjadikan kesempatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk terus mengembangkan kemampuan vokalnya.
Siswa yang kerap dipanggil Bella tersebut juga menyampaikan proses dan tantangan yang harus dilalui selama masa latihan. Ia serta rekan vokalis dalam tim hadroh diberi tanggung jawab untuk menjaga konsistensi suara. Bahkan, mereka tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan tertentu, seperti gorengan dan makanan manis. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga konsistensi vokal mereka.
Bella mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tim hadroh MAPSI. Ia dan seluruh anggota tim tetap memanjatkan syukur kepada Tuhan karena berhasil meraih Juara 1 di tingkat kabupaten. “Semoga setelah berhasil meraih juara satu di kabupaten ini, kami segenap tim hadroh SMA Negeri 1 Kota Mungkid juga dapat menggapai juara satu di tingkat provinsi nanti,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid
Yusliva Azqila Khusna (XI-A)
Fani Silvia (X-I)









