Kota Mungkid — Para peserta didik baru SMA Negeri 1 Kota Mungkid telah sukses melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari keempat pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 06.30–15.30 WIB, di GOR SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa rangkaian kegiatan mulai dari pemaparan materi internal dan eksternal. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik baru agar memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar yang dapat mendukung mereka dalam menjalani kehidupan di lingkungan pendidikan yang baru.
Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah Pengenalan Kurikulum Sekolah dan Dimensi Profil Lulusan oleh Bapak Fatchurohman, S.Pd. Dalam pemaparannya, peserta didik diperkenalkan dengan Kurikulum Merdeka yang memberikan fleksibilitas bagi peserta didik untuk berkembang sesuai minat dan potensi masing-masing melalui pembelajaran mendalam (deep learning). Peserta didik juga diingatkan bahwa tiga tahun yang akan mereka jalani di jenjang SMA merupakan perjalanan penting yang dapat menentukan masa depan. Selain itu, BNN Kabupaten Magelang turut memberikan edukasi mengenai bahaya NAPZA dan fenomena sosial perilaku remaja. Materi tersebut menekankan pentingnya menjauhi penyalahgunaan NAPZA serta memahami dampaknya terhadap kehidupan dan masa depan seseorang.
Tidak berhenti pada pembekalan mengenai kehidupan akademik dan sosial, peserta didik juga mendapatkan materi mengenai kesiapsiagaan bencana dari BPBD. Mengingat Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana, para pelajar perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui materi tersebut, peserta didik diajak untuk mengenali risiko di lingkungan sekitar, memahami jalur evakuasi, mengikuti simulasi, serta mematuhi instruksi ketika bencana terjadi. Sementara itu, KPU Kabupaten Magelang memberikan edukasi mengenai Pendidikan Pemilih Pemula Berkelanjutan. Para peserta didik diperkenalkan dengan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, mengenali rekam jejak serta visi dan misi calon, menolak politik uang, dan menangkal hoaks sebagai bagian dari upaya menjadi pemilih cerdas.

Ibu Elin Chorin Nisa, S.Pd., selaku salah satu panitia guru, menyampaikan bahwa berbagai materi yang diberikan dalam MPLS diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik baru dalam menjalani keseharian mereka di SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Menurutnya, pembekalan tersebut tidak hanya membantu peserta didik dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dapat mempersiapkan mereka untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. “Harapannya, anak-anak bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru, kemudian bisa berprestasi, baik akademik maupun nonakademik,” ungkap Ibu Elin. Beliau juga berpesan kepada peserta didik baru agar memulai perjalanan pendidikan di SMA dengan semangat dan kemauan yang kuat untuk terus berkembang.

Dari sisi panitia murid, Nala Naila Zahra mengungkapkan bahwa pelaksanaan MPLS hari keempat berjalan dengan lancar. Ia menilai rangkaian kegiatan yang menghadirkan narasumber dari pihak internal maupun eksternal mampu memberikan pengalaman dan wawasan yang beragam bagi peserta didik baru. “Menurut saya, acara hari ini sudah berjalan dengan lancar. Namun, tantangannya adalah bagaimana mengatur seluruh jadwal dan kegiatan agar tetap efisien dan tidak membosankan bagi peserta,” jelas Nala.
Meskipun terdapat tantangan dalam mengatur waktu dan keseluruhan kegiatan, Nala menilai hal tersebut dapat menjadi evaluasi bagi panitia untuk terus meningkatkan pelaksanaan kegiatan agar semakin terarah dan menarik bagi peserta didik. Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan MPLS dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta didik baru.

Sementara itu, dua peserta MPLS turut menyampaikan pandangan mereka mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Keduanya berharap peserta didik baru dapat berpartisipasi secara lebih aktif dalam pemaparan materi yang diberikan, terutama melalui kegiatan yang melibatkan praktik secara langsung, seperti simulasi penanggulangan bencana. “Menurut kami, akan lebih baik jika peserta lebih banyak dilibatkan dalam kegiatan seperti simulasi, karena dengan ikut berpartisipasi secara langsung, materi yang disampaikan bisa lebih mudah dipahami dan lebih berkesan,” ujar keduanya. Mereka menilai bahwa keterlibatan aktif peserta dapat membangun suasana pembelajaran yang lebih menarik sehingga peserta didik tidak hanya menerima informasi secara pasif.









