Berita

Tampil Memukau, Siswi SMA N 1 Kota Mungkid Berhasil Amankan Medali Perunggu pada POPDA Cabang Karate

Kota Mungkid — Sorak sorai memenuhi GOR Paku Bumi pada Sabtu, 15 Februari 2026, ketika Zahra Anindita Putri, siswi XI G SMAN 1 Kota Mungkid, berhasil meraih medali perunggu dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), cabang lomba karate. Prestasi tersebut ia raih setelah melalui pertandingan melawan atlet dari berbagai SMA di Kabupaten Magelang berkat kerja keras dan latihan yang konsisten.

Gelar juara di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), menegaskan posisi atlet karate pelajar sebagai kompetitor tangguh di tingkat daerah. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga simbol keberhasilan daerah dalam mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing di ajang yang lebih tinggi.

Menurut Zahra, faktor yang paling menentukan kemenangan dalam pertandingan karate adalah fisik dan mental. “Kalau menurutku, yang paling menentukan kemenangan itu fisik sama mental,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik yang prima membuat atlet mampu bertahan dan tampil maksimal selama pertandingan, sedangkan mental yang kuat membantu menjaga fokus serta rasa percaya diri saat menghadapi lawan.

Terkait pengalaman kekalahan atau cedera yang hampir membuatnya menyerah, Zahra mengaku belum pernah mengalaminya. Sejauh ini, ia masih dapat menjalani latihan dan pertandingan dengan baik tanpa hambatan besar yang menggoyahkan semangatnya.

Dalam membagi waktu antara latihan dan kewajiban sekolah, Zahra menjelaskan bahwa jadwal latihannya berlangsung dari sore hingga malam hari. “Latihannya itu sore sampai malam, jadi kalau ada PR tak kerjain di sekolah dulu,” tuturnya.

Bapak Ikhsan Gunawan, S.Pd, selaku pembina karate menegaskan bahwa proses pembinaan dalam olahraga tidak dapat membuahkan hasil secara instan. “Olahraga tidak bisa menghasilkan hasil secara instan, sehingga diperlukan fisik yang kuat sebagai dasarnya. Setelah itu, dikuatkan dengan teknik, dan mental juga harus dijaga agar tidak terkejut dengan situasi waktu bertanding. Oleh karena itu, diperlukan sparing yang dilakukan secara rutin” ujarnya.

Kemenangan Zahra dalam lomba ini membuktikan bahwa prestasi tidak lahir secara kebetulan, melainkan buah dari proses panjang yang dimulai dari seleksi club, latihan disiplin, dan mental bertanding yang teruji. Peran sekolah tidak kalah penting dalam memberi dukungan, motivasi, dan ruang untuk berlatih. Prestasi dari Zahra ini juga menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga pelajar juga membutuhkan kesinambungan, agar lahir lebih banyak atlet berprestasi dan dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid:
Atha Myiesha Gantari (X J)
Rachma Alfitra Dewi (X F)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita