Berita

PMR SMA Negeri 1 Kota Mungkid Raih Juara Favorit Video Layanan Masyarakat, Kolaborasi dan Kreativitas Jadi Kunci Keberhasilan

Kota Mungkid — Prestasi membanggakan kembali diraih Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Kota Mungkid dengan berhasil meraih Juara Favorit Video Layanan Masyarakat pada ajang yang diselenggarakan oleh PMR Universitas Tidar (UNTIDAR). Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi, kreativitas, serta semangat belajar para anggota mampu menghasilkan karya edukatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pembina PMR SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Bu Rizka Arif Irodatun, S.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan tim tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses yang panjang. Seluruh anggota menunjukkan kerja sama yang baik, disiplin mengikuti arahan, serta tidak ragu mengulang proses produksi hingga memperoleh hasil terbaik. “Kerja sama, mengikuti arahan pemimpin dan pendamping, kemudian mau mengulang dan selalu legawa ketika diulang-ulang sampai menurut kami hasilnya maksimal,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan seluruh warga SMA Negeri 1 Kota Mungkid pada tahap akhir penilaian turut memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian tersebut.

Menurutnya, prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PMR untuk terus berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat melalui media kreatif. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui media sosial PMR dan sekolah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. “Harapannya melalui Instagram PMR dan bekerja sama dengan Instagram SMA Negeri 1 Kota Mungkid, semakin banyak masyarakat yang melihat dan teredukasi. Ke depan juga bisa diadakan kegiatan yang mengedukasi masyarakat karena dampaknya ternyata luar biasa,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa tema bahaya rokok yang diangkat dalam video dipilih karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga pesannya dapat diterima oleh berbagai kalangan, terutama para orang tua.

Dalam proses pembuatan video, pembina memberikan ruang seluas-luasnya bagi anggota PMR untuk mengembangkan ide dan kreativitas mereka. Seluruh konsep awal berasal dari para anggota, sedangkan pembina berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan serta masukan agar karya yang dihasilkan semakin matang. “Ide-ide itu asli dari mereka. Kami hanya mengarahkan ketika ada yang perlu diperbaiki atau dikonsultasikan kepada ahlinya. Dari ide mentah itulah akhirnya lahir karya yang luar biasa,” ungkapnya. Melalui pencapaian ini, PMR SMA Negeri 1 Kota Mungkid diharapkan terus menghadirkan inovasi dan menjadi pelopor edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Jihan Faiha R., siswi kelas XI E SMA Negeri 1 Kota Mungkid sekaligus peserta Lomba Video Layanan Masyarakat yang diselenggarakan oleh PMR Universitas Tidar, menyampaikan bahwa pembuatan video tersebut tidaklah mudah.

“Kami harus mengunggah ulang video karena file awal yang sudah diunggah menghilang. Selain itu, kami juga menyadari bahwa hasil rekaman pertama menggunakan ponsel pribadi kualitasnya masih kurang tajam. Kami sangat bersyukur karena pendamping bersedia membantu dan memfasilitasi perangkat kamera yang lebih profesional sehingga kualitas akhir video ini bisa menjadi jauh lebih jernih dan maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa media video sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu kemanusiaan dan kesehatan. Menurutnya, informasi dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik, tidak membosankan, mudah dipahami, serta lebih mudah diingat. Selain itu, melalui media sosial juga dapat ditampilkan contoh penerapan secara langsung sehingga mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Harapannya, video edukasi yang telah dibuat dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam, khususnya kepada para pelajar, mengenai dampak buruk rokok terhadap masa depan mereka serta dampaknya bagi orang-orang di sekitarnya. Diharapkan para pelajar dapat lebih berhati-hati dalam pergaulan, tidak mudah mengalami fear of missing out (FOMO), serta mampu menjaga kesehatan diri.

Tim Liputan: @jurnalistiksmansakokid
Aida Shofiana (XII-D)
Naila Atha Warastri (XII-D)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita