Kota Mungkid – Dewan Ambalan (DA) SMA N 1 Kota Mungkid mengadakan kegiatan Satuan Karya Pramuka (SAKA) yang bertujuan untuk menyalurkan dan mengembangkan minat serta mengasah keahlian khusus para siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (9/6/2026) di lingkungan sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XI. Terdapat enam SAKA yang diselenggarakan, yaitu SAKA Bhayangkara, Bhakti Husada, Wira Kartika, Adhyaksa, Pariwisata, dan Milenial.
Untuk kegiatan ini, Dewan Ambalan bekerja sama dengan instansi penaung masing-masing SAKA dari luar sekolah. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pengelompokan peserta sesuai pilihan SAKA masing-masing. Pemberian materi dilaksanakan di ruang-ruang kelas XII yang telah ditentukan untuk setiap SAKA. Selama kegiatan, peserta menerima materi pokok terkait bidang SAKA yang mereka ikuti bersama narasumber masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik. Kegiatan diakhiri dengan upacara penutupan yang dirangkaikan dengan penyematan badge SAKA kepada masing-masing satu perwakilan peserta putra dan satu perwakilan peserta putri dari setiap SAKA.

Aprilya Kharisma Putri (XII-F), selaku Dewan Ambalan, menjelaskan bahwa kegiatan SAKA Terpadu diselenggarakan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan minat siswa. Kegiatan ini juga bertujuan melatih kedisiplinan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta.
Ia menambahkan bahwa agenda utama dalam SAKA Terpadu adalah kegiatan bersama di masing-masing SAKA untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan sesuai bidangnya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan menjadi pribadi yang lebih disiplin, berani berdiskusi, serta memperoleh pengalaman positif yang dapat bermanfaat di kemudian hari.

Kirana Ayuhening Pramesti (XII-D), selaku ketua panitia kegiatan SAKA Terpadu, menjelaskan bahwa secara keseluruhan kegiatan ini berjalan lancar dan kondusif. Meskipun ada sedikit perubahan dari rundown yang telah disusun, panitia tetap mampu menangani situasi di lapangan dengan sigap sehingga acara tetap terkendali dengan baik. Ia juga mengatakan bahwa tantangan terbesar selama kegiatan ini berlangsung adalah kurangnya personel Dewan Ambalan. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi melalui pembagian tugas tambahan kepada panitia yang bertugas.
Berkat kerja sama antarpersonel Dewan Ambalan, kegiatan tetap berlangsung dengan lancar dan seluruh peserta mampu mengikuti rangkaian acara hingga selesai. “Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari seluruh materi yang tersampaikan dengan baik dan seluruh peserta juga mampu mengikuti kegiatan hingga selesai,” ujar Kirana.

Claudy Azaria Atha Ardifa (XII-D), salah satu peserta SAKA Terpadu, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung dengan seru, bermanfaat, serta memberikan banyak pengalaman baru. Menurutnya, kegiatan praktik di SAKA Milenial menjadi bagian yang paling berkesan karena materi dapat dipahami dengan lebih mudah melalui praktik secara langsung.
Selama mengikuti kegiatan, Claudy mengaku memperoleh berbagai pengetahuan baru, seperti cara membuat berita, menganalisis teks, dan menentukan sudut pengambilan foto yang baik. Ia juga merasakan manfaat berupa meningkatnya rasa percaya diri saat menghadapi tugas baru, bertambahnya pengalaman, serta ilmu yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan SAKA Terpadu, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang yang diminati, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin, aktif, dan siap mengembangkan potensi diri. Meskipun terdapat beberapa tantangan selama pelaksanaan, kerja sama panitia yang solid mampu memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Materi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.
Tim Liputan: @jurnalistiksmansakokid
Adilla Regita Cahyani (XII-A)
Syifa Zahidah (XII-B)









