Berita

Studi Tiru Ke SMAN 1 Kota Mungkid, SMAN 1 Geyer dan SMAN 1 Karangrayung Pelajari Pengelolaan Perpustakaan Modern

Kota Mungkid – Guna meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan dan penguatan budaya literasi sekolah, tim dari SMAN 1 Geyer dan SMAN 1 Karangrayung melaksanakan kegiatan studi tiru ke Perpustakaan Jaya Abhipraya SMAN 1 Kota Mungkid pada Kamis (10/9/2026). Kunjungan ini menjadi ajang bertukar pengetahuan terkait manajemen perpustakaan modern serta strategi pengembangan literasi bagi peserta didik.

SMA Negeri 1 Kota Mungkid dipilih menjadi lokasi studi tiru karena rekam jejak prestasinya. Perwakilan panitia, Ibu Dwi Wahyu Anggorowati, S.Pd., menjelaskan bahwa Perpustakaan SMA Negeri 1 Kota Mungkid telah terakreditasi A dan senantiasa bersinergi dengan berbagai program sekolah.

“Kalau dilihat dari pengalamannya, perpustakaan SMA Negeri 1 Kota Mungkid kan banyak prestasinya. Jadi perpustakaan itu selalu ada programnya yang kita bantu, terus sampai kemudian akreditasinya juga A. Saya rasa karena itulah kemudian mereka datang kemari untuk bisa studi tiru,” ujar Ibu Dwi.

Terkait persiapan, pihak panitia telah melakukan pembagian tugas dan penataan area perpustakaan. “Hari Selasa kami ada rapat persiapan, kemudian kami menyusun segalanya seperti rundown. Tantangannya sih kaitannya sama tenaga ya. Perpustakaan banyak yang harus dibersihkan, kemudian banyak spot-spot yang harus ditata ulang,” tambahnya.

Bapak Yoyok Adi Hermawan, S.Pd., selaku Waka Humas SMA Negeri 1 Geyer, menyampaikan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah persiapan akreditasi perpustakaan di sekolahnya serta mencari inspirasi baru melalui metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).

“Berkaitan dengan studi tiru kali ini, memang SMA 1 Geyer itu merencanakan akan dilaksanakannya akreditasi perpustakaan. Yang paling utama itu adalah dokumentasi akreditasi. Selain itu, pastinya tentang inovasi yang kemudian bisa kita tiru, bahasanya kita ATM (Amati, Tiru, lalu kita Modifikasi),” ungkap Bapak Yoyok.

Bapak Yoyok juga menambahkan pentingnya digitalisasi dan keterlibatan siswa. “Digitalisasi perpustakaan sekolah kami itu menjadi fokus utama nanti ke depan. Ternyata perkembangan ke depan untuk membudayakan literasi, kita harus mengikutsertakan siswa dalam pengelolaan perpustakaan,” jelasnya.

Selain mempelajari pengelolaan perpustakaan, Bapak Yoyok memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pikiran mengenai program kehumasan, kesiswaan, dan kurikulum.

Salah satu peserta dari SMAN 1 Karangrayung, Ilham Hanafi Syafrudin, terkesan dengan banyaknya ruang dan fasilitas literasi yang ada di SMA Negeri 1 Kota Mungkid, seperti Bookstory Caffe, ruang dinamika literasi, ruang podcast, hingga ruang difabel.

Rekannya, Ibu Syera Putri Oktaviona, juga mengapresiasi sistem pembagian kerja yang terstruktur di SMA Negeri 1 Kota Mungkid dan berharap hal positif ini bisa diaplikasikan di sekolahnya. “Di sini pembagian timnya sangat terstruktur, ada yang khusus mengedit, mengelola Podcast, dan divisi lainnya. Model kolaborasi antartim seperti ini menjadi poin berharga yang ingin kami pelajari dan coba terapkan juga di sekolah kami,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama dan silaturahmi antarsekolah dapat terus terjalin dalam upaya memajukan budaya literasi di lingkungan sekolah masing-masing.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
1
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita