Berita

DIKLATSAR PMR SMAN 1 Kota Mungkid: Langkah Awal Membentuk Relawan Muda Berkarakter

Kota Mungkid — SMA Negeri 1 Kota Mungkid menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Palang Merah Remaja (PMR) dengan tema “Bersatu dalam Aksi, Bergerak untuk Kemanusiaan”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September hingga Sabtu, 12 September 2026, ini menjadi salah satu langkah untuk membekali anggota PMR dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang dibutuhkan dalam menjalankan organisasi dan kegiatan kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Ibu Dyah Ratnaningrum, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan materi mengenai kebijakan sekolah. Penyampaian materi tersebut penting karena PMR merupakan bagian dari kegiatan organisasi di lingkungan sekolah. Beliau juga menekankan pentingnya kepemimpinan dalam sebuah organisasi agar setiap kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memiliki tujuan yang jelas.

Kegiatan DIKLATSAR tidak hanya berfokus pada kemampuan anggota dalam menjalankan tugas, tetapi juga pada pembentukan karakter sebagai relawan muda. Ibu Dyah berharap semua anggota PMR dapat menjadi pribadi yang berkarakter luhur, memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Sikap tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya dalam kegiatan PMR, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut beliau, kedisiplinan menjadi salah satu hal yang turut ditekankan dalam pembinaan anggota PMR. Setiap anggota perlu memiliki komitmen terhadap waktu, kontribusi, maupun kerja sama dengan anggota lainnya. Tanpa kedisiplinan, sebuah organisasi akan sulit berkembang dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Selain disiplin, tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam berorganisasi. Setiap tindakan yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan. Ketika melakukan kesalahan, anggota diharapkan berani mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Seorang pemimpin juga harus mampu mengayomi, menggerakkan, dan mengoordinasikan anggotanya dengan baik.

Selain materi kebijakan sekolah, para peserta juga mendapatkan beberapa materi tambahan dari dua narasumber. Materi pertama berkaitan dengan kepalangmerahan, sedangkan materi kedua membahas pertolongan pertama.

Persiapan kegiatan DIKLATSAR ini dilaksanakan secara matang oleh panitia pelaksana. Pembentukan tim panitia menjadi langkah awal untuk mengoordinasikan berbagai pembagian tugas, mulai dari seksi acara, perlengkapan, hingga konsumsi.

Rangkaian materi dan susunan acara pun disusun secara komprehensif dengan memadukan teori kepemimpinan serta simulasi lapangan, seperti Pertolongan Pertama (PP) dan teknik evakuasi. Selain itu, aspek legalitas dan keselamatan peserta menjadi prioritas utama panitia.

“Kami mengurus perizinan resmi ke pihak sekolah dan menyebarkan surat izin kepada orang tua peserta. Sebelum pelaksanaan gladi bersih, kami juga memastikan seluruh peralatan medis seperti tandu dan mitela dalam kondisi siap pakai,” ujar Kalila (XI-A) selaku ketua panitia DIKLATSAR PMR.

Selain meningkatkan kemampuan teknis medis dasar sesuai prosedur, kegiatan DIKLATSAR juga dirancang untuk melatih kerja sama tim (teamwork) dan komunikasi antaranggota. Kegiatan ini sekaligus menjadi media regenerasi kepengurusan yang solid sehingga anggota baru siap menerima estafet kepemimpinan selanjutnya.

Bagi para peserta, kegiatan DIKLATSAR juga memberikan pengalaman yang berkesan. Maulida Adni, peserta DIKLATSAR dari kelas X-I, mengungkapkan bahwa kegiatan bersama tim menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya. Menurut Maulida, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan kerja sama dan kepedulian, tetapi juga memberikan keseruan melalui kegiatan outbound yang semakin mempererat kebersamaan antarpeserta.

“Kegiatan DIKLATSAR ini menjadikan saya seseorang yang lebih peduli terhadap sesama, lebih tanggap, serta sadar akan pentingnya rasa kemanusiaan di sekitar kita, terlebih di masyarakat maupun sekolah,” ujar Maulida.

Melalui DIKLATSAR PMR, SMA Negeri 1 Kota Mungkid diharapkan dapat membentuk anggota PMR yang tidak hanya terampil dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat kemanusiaan sesuai dengan tema “Bersatu dalam Aksi, Bergerak untuk Kemanusiaan.”

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita