KOTA MUNGKID — Tim film pendek FLS3N 2026 dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid sukses menorehkan prestasi berupa juara harapan 1 tingkat Kabupaten Magelang. Pengumuman FLS3N tingkat Kabupaten Magelang ini diselenggarakan di SMA Negeri 1 Muntilan pada tanggal 22 April 2026. Acara dilakukan dengan beberapa tahap seperti pembukaan dilanjutkan sambutan-sambutan, festival karya seni dan sastra, dan yang terakhir yaitu pengumuman juara.
Tim film pendek FLS3N tahun ini terdiri dari Amartya Wanindya Kaaffah (XI G), Dovean Raja Firzamah Setiyawan (X E), dan Fachrizal Chandra Yuwono (X H). Mereka bertiga sukses menciptakan karya film dengan judul “Srawung” yang digarap selama kurang lebih 2 minggu. Film mereka mengangkat isu remaja introvert yang terjebak dalam isolasi diri hingga mengganggu prestasi akademik. Dalam ceritanya, seorang siswi bernama Amartya yang awalnya tidak mau bergaul dengan teman-temannya dan menyebabkan nilai akademiknya turun. Namun, kemudian ia diajak oleh salah satu temannya untuk mengikuti kegiatan tari. Setelah itu, Amartya berteman baik dengannya dan seringkali belajar bersama yang membuat nilai akademiknya menjadi semakin bagus.

Amartya Wanindya Kaaffah (XI G) mengungkapkan rasa syukurnya atas tercapainya gelar Juara Harapan 1 yang merupakan bentuk apresiasi luar biasa bagi tim SMA Negeri 1 Kota Mungkid yang telah mengerahkan seluruh usahanya selama masa produksi film.

Proses awal produksi film mencakup penentuan ide, pengembangan karakter, dan penyusunan skenario. Dilanjutkan dengan pembuatan storyboard, shooting hingga yang terakhir, yaitu editing. Dovean Raja Firzamah Setiyawan (X E) juga menyampaikan mengenai tantangan yang dihadapi mereka, “Tantangan terbesar yang kami hadapi, yaitu ketika menentukan ide alur dan storyboardnya. Kami kesulitan dalam mencari alur yang berbeda dari film FLS3N lainnya dan isi dari film tersebut supaya memiliki makna dan plot twist yang mendalam.”

Karya film yang mereka buat dengan penuh kerja keras tersebut pada akhirnya berhasil membawa mereka menjadi Juara Harapan 1. Di balik film tersebut, tersimpan sebuah makna yang menggarisbawahi bahwa seseorang dapat berubah menjadi lebih baik melalui kegiatan dan pergaulan yang positif. Fachrizal Chandra Yuwono (X H) menambahkan harapannya untuk waktu mendatang. “Harapan saya untuk kedepannya lebih sering membuat proyek film pendek supaya kelak lebih siap untuk mengikuti FLS3N selanjutnya,” ujarnya penuh ambisi.
Sementara itu melalui sudut pandang dari pembina tim FLS3N film pendek, Bapak Muhammad Yasyfi Haekal CH., S.Pd. juga turut memanjatkan rasa syukur dan sukacita atas prestasi yang telah berhasil diraih oleh tim yang dibinanya. Beliau mengaku telah menanamkan motivasi kepada peserta yang dibinanya bahwa film bukan sekadar gambar bergerak, tetapi merupakan media untuk menyuarakan ide. Setelah melalui proses yang penuh tantangan, beliau pun turut berharap agar peserta tim FLS3N film pendek dapat terus mengasah kepekaan dalam dunia literasi digital. Tak hanya itu, Pak Yasyfi juga memanjatkan harapan sederhana supaya diberi energi dan waktu untuk mendampingi minat kreatif siswa di tengah kesibukan rutin lainnya. Perkembangan siswa telah menjadi kepuasan tersendiri bagi dirinya.

Tercapainya Juara Harapan 1 film pendek ini membuktikan bahwa siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Mungkid memiliki keterampilan dan potensi besar di bidang audiovisual dan industri kreatif. Harapannya, prestasi ini dapat memotivasi siswa-siswi lainnya untuk dapat berkaya di bidang serupa maupun bidang-bidang lainnya dan dapat bersaing lewat ajang lomba-lomba yang hadir kedepannya.
Tim liputan @jurnalistiksmansakokid:
Yusliva Azqila Khusna (X G)
Firza Nayla Rahmani (X I)









