Kota Mungkid — SMA Negeri 1 Kota Mungkid menggelar pembagian laporan hasil belajar (rapor) bagi siswa kelas X dan XI pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan penutup tahun ajaran ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena didominasi kehadiran para ayah yang hadir secara langsung untuk mengambil rapor putra-putrinya. Program tersebut merupakan bagian dari kampanye Gerakan Ayah Mengambil Rapor yang diinisiasi sekolah untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam mendampingi perkembangan akademik dan karakter peserta didik.

Kehadiran para ayah menjadi wujud dukungan terhadap pendidikan anak sekaligus memperkuat komunikasi antara keluarga dan sekolah. Melalui program ini, sekolah berharap keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dapat terus terjalin dalam proses pendidikan siswa.
Salah satu wali murid, ayah dari Lutfia Ufa Zulfa, siswa kelas X E, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk hadir mengambil rapor. Menurutnya, kehadiran ayah di sekolah merupakan bentuk perhatian yang dapat memberikan motivasi kepada anak untuk terus meningkatkan semangat belajar.

“Saya meluangkan waktu untuk mengambil rapor anak saya. Harapannya, anak menjadi lebih termotivasi dan semakin semangat mengikuti pembelajaran di kelas berikutnya,” ujarnya. Ia juga menilai kehadiran orang tua di sekolah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar anak. “Dengan ayah datang ke sekolah untuk mengambil rapor, anak merasa mendapat dukungan sehingga lebih bersemangat untuk terus belajar,” tambahnya.
Secara umum, perkembangan akademik siswa pada semester ini menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan evaluasi pihak sekolah, upaya belajar siswa selama semester genap menunjukkan hasil yang memuaskan dibandingkan semester sebelumnya. “Selama satu semester, nilai secara akademik hampir semuanya ada peningkatan dibanding semester satu. Artinya, anak-anak sudah berproses dengan baik, meningkatkan usaha dan ikhtiarnya. Secara nonakademik dan karakternya juga bagus,” ujar Fatchiyatul Ummah, S.Pd., guru wali kelas X-I.

Meski demikian, Bu Ummah tidak menyangkal adanya tantangan yang dihadapi siswa, terutama dalam mengelola waktu. Banyaknya siswa yang aktif di berbagai organisasi sekolah, bahkan organisasi di luar sekolah, membuat waktu belajar mandiri mereka menjadi lebih terbatas. Menanggapi hal tersebut, Bu Ummah menekankan pentingnya komitmen dan usaha yang lebih besar bagi siswa yang aktif berorganisasi agar tetap mampu mengikuti pembelajaran dengan baik. “Ibaratnya, kalau orang berjalan, temanmu itu jalan sudah sampai sana, berarti kamu harus berlari untuk mengejarnya,” tambah Bu Ummah memberikan perumpamaan.
Selain itu, Ibu Fatchiyatul Ummah juga menilai pembagian rapor menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, pertemuan tatap muka seperti ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyampaikan perkembangan siswa secara langsung sekaligus membangun kolaborasi dengan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak. “Momen pembagian rapor sangat penting karena menjadi kesempatan sekolah dan orang tua berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan anak. Dengan komunikasi yang baik, sekolah dan keluarga dapat berjalan selaras dalam mendukung tumbuh kembang siswa,” tuturnya.
Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor, SMA Negeri 1 Kota Mungkid berharap keterlibatan ayah dalam pendidikan anak semakin meningkat. Sinergi yang terbangun antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan prestasi sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
Tim Liputan @jurnalistiksmakokid
Desi Nur Hidayah (X-I)
Happy Anggraeni (X-I)









