Berita

Tim Kreasi Musik Tradisional SMAN 1 Kota Mungkid Raih Juara 2 FLS3N 2026 Tingkat Kabupaten

Kota Mungkid – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Lima siswa berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) bidang Kreasi Musik Tradisional tingkat kabupaten yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 di SMA Negeri 1 Muntilan.

Tim yang terdiri dari Ibra Niar (X-C), Nabhilla Meisya (X-D), Aqiella Nabiel (XI-F), Veronica (X-J), dan Agha Azka (X-I) menunjukkan penampilan yang memukau dengan mengusung konsep musik tradisional yang dikembangkan secara kreatif dan dinamis.

Guru pembimbing utama, Bu Ria Nur Hanifah, S.Pd., menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini menjadi sarana aktualisasi diri bagi siswa. Selain menguji kemampuan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga di tingkat kabupaten. Ia juga menekankan bahwa proses latihan yang dilakukan sekitar 12 kali pertemuan memberikan dampak besar terhadap pengembangan karakter siswa. “Dalam bermain musik tradisional, mereka harus menurunkan ego masing-masing agar tidak bermain sendiri-sendiri. Harus ada penyesuaian karakter suara, tidak boleh egois, karena kalau egois hasilnya tidak harmonis,” ujarnya.

Lebih lanjut, tema yang diangkat oleh tim adalah tentang perbedaan. Melalui penampilan tersebut, siswa diajak untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan demi menciptakan keharmonisan. Penampilan mereka juga dibuat lebih inovatif dengan memasukkan unsur rap serta pengembangan dari tembang Jawa sehingga penampilannya tidak monoton dan lebih menarik.

Salah satu anggota tim, Agha Azka (X-I), menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama persiapan lomba adalah keterbatasan waktu serta tempat latihan. Pada awalnya, tim harus menyewa gamelan yang tidak dapat dibawa ke sekolah sehingga proses latihan kurang efektif. Untuk mengatasi hal tersebut, gamelan dari dusunnya kemudian digunakan agar latihan dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah. Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan kelas antaranggota menjadi tantangan tersendiri karena ketidakhadiran satu anggota dapat memengaruhi kekompakan dan kualitas latihan karawitan secara keseluruhan.

Agha Azka (X-I) juga menambahkan bahwa dalam bermain musik tradisional diperlukan rasa, kekompakan, serta keselarasan laras, dan swara agar penampilan dapat maksimal.

Atas pencapaian tersebut, Agha mengaku merasa sangat bahagia. “Saat pengumuman pemenang, nama SMA Negeri 1 Kota Mungkid belum disebutkan dari kategori Harapan 3 hingga Juara 3 sehingga kami sempat merasa khawatir. SMA Negeri 1 Kota Mungkid kemudian diumumkan sebagai peraih Juara 2. Kami sangat senang karena pencapaian tersebut merupakan hasil dari latihan selama sekitar dua minggu,” katanya.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan latihan yang konsisten dapat membuahkan hasil yang membanggakan. Selain itu, para siswa juga berharap generasi muda semakin tertarik untuk melestarikan budaya, khususnya musik tradisional, dengan mengajak teman-teman untuk ikut belajar dan berlatih bersama.

Ke depan, tim ini menargetkan untuk meraih juara 1 dan terus mengasah kemampuan melalui latihan serta belajar dari berbagai sumber, termasuk media sosial.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, diharapkan generasi muda mampu menjaga serta mengembangkan warisan budaya Indonesia di masa depan.

Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid:
Naila Atha Warastri (XI-D)
Happy Anggraeni (X-I)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
1
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita