Berita

Siswi SMA Negeri 1 Kota Mungkid Raih Juara 2 Lomba Menulis Cerpen FLS3N Berkat Ketekunan dan Literasi

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 90; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.30925927, 0.70763886);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

Kota Mungkid — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah satu siswi SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Yusliva Azqila Khusna dari kelas X-G, yang berhasil meraih Juara 2 lomba menulis cerpen dalam ajang FLS3N yang diumumkan pada Rabu (22/04/2026) di SMA Negeri 1 Muntilan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan, budaya literasi, dan proses latihan yang konsisten mampu membawa siswa meraih prestasi di bidang kepenulisan. Atas pencapaian tersebut, Yusliva mengaku merasa sangat bersyukur dan bahagia. “Awalnya saya tidak begitu berambisi untuk menang, tetapi berkat dukungan orang-orang terdekat, saya dapat mencapai di titik yang sekarang,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses latihan dan pendampingan intensif yang dilakukan oleh pembina. Dalam wawancara, Bu Reffi Ninang Aryani, S.Pd. menjelaskan bahwa siswa dibimbing secara langsung melalui kegiatan pendampingan di perpustakaan sekolah. “Mereka membawa cerpen yang sudah dibuat, kemudian saya baca dan saya berikan masukan untuk diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga diarahkan untuk memperbanyak literasi dengan membaca cerpen, mempelajari PUEBI atau EYD, serta menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia guna meningkatkan kemampuan menulis.

Menurut Bu Reffi, siswa juga didorong untuk melakukan riset agar cerita yang ditulis memiliki alur yang logis dan menarik. “Saya menyuruh mereka banyak membaca referensi supaya ketika ide mereka buntu tetap memiliki inspirasi,” jelasnya.

Yusliva mengungkapkan bahwa ide ceritanya berawal dari kebingungan karena merasa gagasannya kurang menarik. Namun, berkat arahan pembimbing, ia menemukan ide yang lebih unik dan mengembangkannya melalui proses membaca, imajinasi, riset, serta berbagai masukan hingga akhirnya berhasil meraih Juara 2. Selama proses menulis, ia mengaku menghadapi tantangan dalam menemukan orisinalitas cerita, pemilihan diksi, serta penyusunan alur yang mampu menyampaikan pesan moral dengan baik. “Saya mengatasi kesulitan tersebut dengan banyak membaca, riset, masukan orang terdekat, serta penjiwaan sehingga saya bisa menempatkan diri sebagai pembaca sekaligus penulis,” ujarnya.

Di tengah kesibukan sekolah, Yusliva juga berusaha membagi waktu dengan baik antara kegiatan akademik dan proses menulis. “Saya tetap harus mendahulukan sesuatu yang lebih mendesak. Jika sekiranya bisa ditolerir, saya akan meminta keringanan terlebih dahulu,” tambahnya.

Ke depannya, Yusliva berharap dapat terus meningkatkan kemampuan menulisnya dan menekuni bidang tersebut secara lebih serius sebagai sarana mengekspresikan diri. Sementara itu, Bu Reffi Ninang Aryani, S.Pd. berharap para siswa tidak berhenti hanya pada pencapaian di FLS3N, tetapi terus mengembangkan bakat menulis melalui berbagai lomba dan kesempatan lainnya.

Tim Liputan @jurnalistiksmansakokid:
Adinda Aurel Ramadhani (X F)
Aida Shofiana (XI D)

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Yang mungkin Anda sukai

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Berita